FAQ

Pasar modal adalah kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek dari, perusahaan publik (perusahaan terbuka) yang berkaitan dengan diterbitkan nya efek. Instrument yang diperdagangkan di pasar modal merupakan intrument jangka panjang. Pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menawarkan dana melakukan transaksi yang diwakili oleh para investor.

Bursa efek adalah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek perusahaan yang sudah terdaftar di bursa itu. Perdagangan dalam bursa hanya dapat dilakukan oleh seorang anggota, sang pialang saham yang sudah menjadi anggota suatu Bursa Efek di suatu negara..

Perusahaan publik atau Perusahaan terbuka adalah jenis perseroan terbatas yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Perseroan terbatas adalah suatu badan hukum yang dalam menjalankan usahanya memiliki modal yang terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Modalnya tersebut merupakan saham-saham yang dapat diperjualbelikan. Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

Efek atau istilah dalam bahasa inggrisnya disebut security adalah surat berharga yang bernilai dan dapat diperdagangankan. Efek dapat dikategorikan sebagai hutang (obligasi) dan ekuitas (saham).

  1. Saham

Adalah surat berharga bukti kepemilikan perusahaan dan merupakan salah satu instrumen investasi yang relatif memiliki rata-rata hasil investasi yang besar. Pada saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus naik selama 14 tahun terakhir ini rata-rata kenaikannya harga saham diatas rata-rata suku bunga yang berlaku per tahunnya. Investasi saham  memiliku risiko tinggi dan sampai saat ini pengetahuan masyarakat akan investasi saham masih sangat terbatas.

 

  1. Obligasi

Adalah surat utang. Investasi dengan obligasi berarti, Anda membeli surat utang yang dikeluarkan suatu pihak, bisa negara maupun swasta. Dana yang telah diinvestasikan diberikan kepada pihak tersebut dan dibuktikan dalam lembar surat utang yang berisi waktu jatuh tempo untuk  memperoleh kembali dana tersebut. Dengan kata lain, Anda menjadi pemberi utang dan mendapat surat perjanjian yang disebut obligasi.Imbalan yang diberikan dalam bentuk bunga yang akan dibayarkan sesuai jangka waktu yang tertera dalam perjanjian bisa 1X sebulan, 3 (tiga) bulanan atau bahkan setahun sekali. Pokok obligasi akan dibayar sesuai tanggal jatuh tempo.

 

  1. Derivatif

Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek “utama” maupun turunan selanjutnya.

 

Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.  Product-product derivatif  yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia adalah : IDX LQ45 Futures, Indonesia Goverment Bond Futures

 

  1. Reksadana

Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Dari kedua definisi di atas, terdapat empat unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:

  • Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
  • Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
  • Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
  • Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan panjang
  1. Tentukan perusahaan efek atau perusahaan pialang efek yang tepat. Perusahaan pialang saham atau broker saham atau sekuritas yang harus memiliki legalitas resmi untuk beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan dan PT Bursa Efek Indonesia. Pemilihasn sekuritas baiknya yang sudah memiliki fasilitas On Line trading.
  2. Apabila  investor pemula masih membutuhkan komunikasi dengan sales dan marketing yang memberikan masukan dan lain sebagainya dapat membeuka rekening efek “Off Line” (dimana transaksi saham dilakukan oleh broker/dealer di perusahaan efek.
  3. Membuka rekening Efek Saham dan Rekening Dana Nasabah (RDN), memiliki kartu Akses yang dipakai sebagai bukti pembukaan rekening efek saham di PT KSEI 
  4. Mencari referensi bacaaan yang berhubungan dengan artikel pasarmodal dan artikel saham
  5. Mencari mentor atau beguru pada orang yang sudah terjun dalam dunia saham yang juga memahami analisia fundamental dan teknik saham
  6. Melakukan praktek simulasi saham berbasis WEB
  7. Untuk pemula yang memiliki Misi Investasi jangka Panjang sebaiknya
  • Industri atau perusahaan yang dipahami – Pilih perusahaan yang usahanya atau industrinya benar-benar kita pahami yang mana kita tahu cara kerja, bagaimana perusahaan tersebut berkembang, 
  • Konsistensi keuntungan – Pilih perusahaan yang menghasilkan keuntungan secara konisten dalam memberikan keuntungan dari tahun ke tahun
  • Manajemen perusahaan – pilihlah perushaan yang memiliki kemudi perushaan yang baik yang akan bertumbuh lebih baik, manajemen yang baik adalah yang dapat memberikan keuntungan bukan hanya untuk perushaaan itu sendiri tapi juga untuk kepentingan seluruh pemegang saham
  • Resiko Perusahaan – pahami industri perusahaan untuk melihat resiko yang ada dalam laporan keuangannya seperti rasio hutang dll.
  1. Belanjakan dari Sisa Invetasi – rencana menyisihkan pendapaan untuk diinvestasikan agar berkembang terus dan berbuah untuk dinikmati
  2. Tidak mengandalkan 1 sumber pendapatan – harus bisa mendiversifikasikan pendapatan ke bidang usaha lainnya
  3. Jangan menginvestasikan dalam 1 keranjang – prinsipnya investasikanlah pendapatan dibeberapa post untuk meminimalkan resiko.    

Dunia pasar modal merupakan instrumen investasi dengan tingkat resiko paling tinggi dibandingkan dengan investasi lainnya. Investasi saham mememng meiliki karakteristik resiko dan return (imbal balik) di atas investasi dari produk perbankan lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan

  1.  Mencari informasi melalui perusahaan efek Untuk mengetahui cara berinvestasi saham, ada baiknya kita memahami cara membeli saham Indonesia yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan yang menangani transaksi jula beli saham di Indonesia kit asebut sebagai pialang atau perantara pedagang efek (Stock Broker).

Perusahaan efek akan memberikan petunjuk dan proses yang harus dilakukan untuk pembukaan rekening investor.

  1. Mencari Informasi Untuk Saham-saham Perusahaan  
  • Analisa fundamental atas saham perusahaan yang kita pilih  melihat profile perusahaan, prospektus perusahaan 
  • Pelajari kinerja perusahaan tersebut dengan melihat mengenai pertumbuhannya, laporan keuangan, rencana bisnis
  1.  Teknikal Analisa

Mengamati pergerakan  harga saham yang kita beli dengan melihat grafik harga saham agar apa yang kita beli memiliki harga beli dan jual yang terbaik.

  1. Analisa resiko external

Pergerakan harga saham akan terpengaruh oleh faktor ekternal, harga saham bisa naik atau turun karena kondisi perekonomian, nilai tukar, kondisi ekonomi globar, stabilitas kondisi politik dalam negri dan lain sebaginaya

  1. Pemilihan Jenis Saham

Untuk menghindari resiko kerugian yang besar, sebaiknya dengan dana yang ada dapat di investasi kan dalam beberapa saham misal 2 atau 3 saham . Hal ini untuk menghindari kerugian apa bila salah satu saham mengalami kerugian maka saham yang lain masih berpeluang untuk meraup keuntungan.

  1. Memonitor apakah saham yang layak dibeli

Sebelum memutuskan untuk membeli saham  dan untuk meminimalisasi kerugian ada sebainya kita melihat likuidiatas saham perusahaan yang akan dibeli. Apakah saham tersebut likuid dan bagus unuk di beli, dengan membaca data keuangan perusahaan tersebut. Untuk lebih menyakinkan saham yang amna kan dibeli, melihat fundamental perusahaan melihat nilai harga saham, laba per saham dalam lap keuangan dan melakukan analisa teknikal tren perubahan harga market baik dari volume maupun harga saham

  1. Memilih Perusahaan Efek atau Broker

Pastikan perusahaan yang anda pilih adalah yang memiliki Ijin dari OJK dan memiliki seat di Bursa Efek Indonesia. Dan juga melihat kredibilitas perusahaan efek terkait dan background dari perusahaan dan managerial pimpinan